Fakta Menarik Dalam Duel Antara Liverpool Vs As Roma

Liverpool dan AS Roma akan memperbarui lembaran rivalitas mereka di panggung Liga Champions. Musim ini, kedua regu akan berseteru di babak semifinal.

Sesudah terakhir kali berseteru pada 16 tahun silam, The Reds dan I Lupi ditakdirkan kembali berjumpa pada seremonial pengundian semifinal di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat 13 April. Secara keseluruhan, kedua regu sudah lima kali berseteru di panggung Eropa.

Liverpool dan Roma terakhir kali berjumpa pada babak penyisihan grup kedua Liga Champions musim 2001–2002. Kala itu, Liverpool berhasil menaklukkan Roma 2-0 di Anfield setelah sebelumnya bermain imbang 0-0 di Olimpico.

Gol penalti Jari Litmanen dan Emile Heskey membantu Liverpool lolos ke babak perempat final dengan status runner-up, di bawah Barcelona. Roma sendiri semestinya tersingkir sebab hanya menempati posisi tiga.

Duel Liverpool vs Roma juga menjadi ulangan partai final Piala Eropa –sebelum berganti nama jadi Liga Champions– musim 1983–1984. Kala itu, Liverpool juga berhasil mengandaskan konfrontasi Roma di hadapan publiknya di Stadion Olimpico.

Sempat bermain imbang 1-1 pada waktu normal, The Kop berhasil menyabet trofi Eropa keempatnya usai menang 4-2.

Kecuali fakta di atas, ada sebagian fakta menarik lain yang mengiringi duel Liverpool vs Roma di babak semifinal nanti. Berikut, Bola.Bandaragen.web.id sudah merangkumnya dari beraneka sumber.

  • Liverpool dan Roma sudah lima kali berseteru di panggung Eropa. Akibatnya, Liverpool menang dua kali, Roma satu kali dan satu sisanya usai imbang. Pada jangka waktu hal yang demikian, Liverpool mencetak lima gol, sementara Roma hanya dua kali membobol gawang Liverpool.
  • Roma senantiasa kalah dalam enam pertemuan dua leg (fase gugur) terakhir melawan klub Inggris. Rekornya yaitu 3 kali menang dan 6 kali kalah.
  • Chelsea jadi klub Inggris terakhir yang dihadapi Roma, yaitu di babak penyisihan grup Liga Champions musim ini. Akibatnya cukup baik. Roma menahan imbang Chelsea (3-3) di Stamford Bridge dan menang telak 3-0 di Olimpico.
  • Liverpool memiliki rekor 9 kali menang, 5 imbang dan 11 kali kalah melawan klub asal Italia. Dalam wujud dua leg (fase gugur), Liverpool mencatatkan rekor empat kali menang dan dua kali kalah.
  • Udinese menjadi klub Italia terakhir yang dihadapi Liverpool. Itu terjadi pada babak penyisihan grup Liga Europa musim 2012–2013. Liverpool menang 0-1 ketika bertamu ke Friuli, melainkan kalah 2-3 ketika menjamu Udinese di Anfield.
  • Di fase semifinal, klub Italia terakhir yang dihadapi Liverpool yaitu Inter Milan, yaitu pada arena Piala Eropa 1964–1965. Meski menang 3-1 di Anfield, The Reds semestinya tersingkir lantaran kalah 3-0 pada leg kedua di Giuseppe Meazza.
  • Duel ini akan jadi lomba emosi buat Mohamed Salah yang di permulaan musim ini menentukan bergabung dengan Liverpool. Selama dua musim memperkuat Roma, Salah memainkan 65 lomba Serie A dan mencetak 29 gol.
  • Sekiranya berhasil menaklukkan Roma dan tampil sebagai jawara Liga Champions musim ini, Liverpool akan merebut trofi keenamnya sekaligus melalui torehan gelar Bayern Muenchen dan Barcelona (5 gelar jawara).
  • Kesuksesan hal yang demikian akan membikin Liverpool tampil sebagai regu tersukses ketiga di panggung Liga Champions, di bawah AC Milan (7) dan Real Madrid yang sudah mengoleksi 12 gelar Liga Champions.
  • AS Roma membidik gelar jawara pertamanya di panggung Liga Champions. Sekiranya berhasil merealisasikannya, maka Roma akan jadi klub ke-23 atau klub Italia keempat (setelah Juventus, AC Milan dan Inter Milan) yang berhasil mengangkat trofi Liga Champions.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *